Jurnal
Pengaruh temperatur lingkungan terhadap efisiensi turbin pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP)
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Indonesia diperkirakan memiliki potensi energi panas bumi sebesar 27.000 MW yang tersebar di 256 lokasi [Suyanto]. Jumlah ini menyatakan Indonesia merupakan daerah yang memiliki cadangan energi panas bumi 40% dari total cadangan panas bumi dunia. Paper ini menyajikan hasil penelitian mengenai pengaruh temperatur lingkungan terhadap unjuk kerja turbin pembangkit listrik tenaga panas bumi. Penelitian dilakukan di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT. Pertamina Geothermal Energy (PT. PGE) Area Kamojang, pada 2 Maret 2010 hingga 2 Mei 2010. Pengambilan data dilakukan secara berulang sepanjang hari dari jam 5.00 hingga jam 01.00 keesokan harinya dengan jeda waktu pengamatan 2 – 3 jam, yaitu meliputi data temperatur lingkungan, debit uap air masuk turbin serta temperatur dan tekanan uap air masuk dan keluar turbin uap. Disamping itu dilakukan pengamatan terhadap daya listrik yang dihasilkan. Berdasarkan data pengukuran tersebut dilakukan pengolahan data untuk mengetahui hubungan antara kinerja turbin uap terhadap temperatur lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kinerja turbin uap jika temperatur lingkungan semakin rendah. Penurunan temperatur lingkungan hingga 4 ᵒC (dari 15,5 hingga 11,5 ᵒC) membuat efisiensi turbin rata-rata berkurang hingga 0,8 %.
Tidak tersedia versi lain